Daehyeon Hanguko didirikan oleh Fichel Leviano pada November
2021, untuk dijadikan sebagai platform
belajar bahasa korea yang dapat dijangkau oleh semua kalangan usia. Ide
mendirikan Daehyeon Hanguko muncul dari pengalaman pribadi Fichel Leviano
ketika sedang menduduki posisi sebagai ketua Korean Language Community
Kabupaten Pelalawan (KLC Pelalawan).
Jauh sebelum menduduki posisi CEO and Founder Daehyeon
Hanguko, Ia hanyalah seorang pengusaha UMKM dan Karyawan Swasta, ketertarikannya
pada korea selatan dimulai sejak Ia duduk dibangku kelas 8 SMP. Fichel Kecil
kala itu bermimpi ingin mempunyai Rumah Produksi yang mampu merubah Kualitas
dan Standar Perfilman Indonesia yang dianggapnya harus belajar dengan negara
lain. Ia menganggap bahwa jika ingin mewujudkan hal itu, kita harus
mempelajarinya dari karya-karya mereka. Atas dasar itu Ia mulai mencari hal-hal
yang perlu dicontoh indonesia dari negara lain dalam menciptakan suatu karya,
dengan melihat film.
Hingga pada akhirnya ia bertemu dengan dua judul film yang
berasal dari korea selatan, dengan judul A Day dan Tunnel, kemudian bersambung
menonton Serial Drama Descendent of The Sun yang ia pikir sebelumnya itu adalah
film, namun ternyata adalah sebuah Drama yang memiliki 16 Episode.
Tiga tahun setelahnya, melihat peluang penghasilan yang bisa
Ia hasilkan jika membuka kursus belajar bahasa korea disekolahnya. Hanya
berbekal materi teks dan video belajar yang ia cari di internet, Ia mulai mempelajari
bahasa korea, Kemudian ia pun membentuk Ekstrakurikuler yang diberi nama KLC
SMKN 1 Pangkalan Kerinci dan berkembang kesekolah-sekolah lain yang ada disekitarnya
hingga dibentuk KLC Kabupaten Pelalawan.
1 Tahun setelah pendiriannya, ia sadar bahwa dimasa pandemi
membuat aktivitas mengajarnya terganggu. Oleh karena itu ia berinisiatif untuk
membentuk kursus daring belajar bahasa korea dengan harapan dapat menjangkau
pasar para pelajar yang sedang belajar secara otodidak dan membutuhkan tempat
belajar yang ramah biaya.
Pada Oktober 2021 ia resmi memberi platform ini dengan nama
Daehyeon Hanguko, sesuai dengan nama korea yang dipilih olehnya yaitu Park
Daehyeon dan membuka kelas daring gratis pertama pada satu bulan setelahnya
dengan jumlah peminat hingga mencapai 3200+ partisipan hingga hari ini. Dengan mengedepankan
Prinsip 3R yaitu Ramah Biaya, Ramah Waktu dan Ramah Pelayanan. Fichel Leviano
dengan rekan-rekannya yakin dapat turut serta dalam mencerdaskan anak bangsa
melalui bahasa asing dan mendukung program pemerintah dalam menghadirkan
kesempatan kerja yang seluas-luasnya bagi semua orang.



